Skip to content

ALBUM SEJARAH PERJUANGAN

September 8, 2009

Saya pernah merasa sedemikian terharu ketika menyaksikan foto-foto rekaman masa perjuangan gerilya di Kalimantan Selatan yang dipamerkan oleh Kantor LVRI Cabang Hulu Sungai Tengah pada acara Pameran Pembangunan tahun 1995 di Barabai. Di antaranya ada yang sangat menyentuh perasaan yakni foto yang merekam seorang pejuang yang tewas terkapar bersimbah darah akibat terjangan peluru tentara Belanda.
Foto tersebut terlihat sangat dramatis, sehingga yang melihatnya akan tergetar hatinya dan menumbuhkan kesadaran tentang betapa berat perjuangan dan besarnya pengorbanan yang diberikan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

46
Namun di sisi lain muncul rasa keprihatinan ketika melihat kondisi foto yang kurang terpelihara. Hal itu nampak dari adanya foto yang telah sobek atau dimakan jamur atau oleh perusak lainnya. Alangkah sayangnya kalau foto-foto tersebut rusak atau musnah sama sekali. Padahal kita semua sangat memerlukannya baik sebagai sumber sejarah maupun sumber pelajaran yang sangat penting terutama bagi generasi mendatang.
Adakah kita akan tergerak untuk menyelamatkannya? Saya pikir sudah saatnya pihak yang paling berkompeten yakni Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan bertindak memfasilitasi penyelamatan benda bersejarah tersebut dari kerusakan atau kepunahan, dan menghimpunnya ke dalam sebuah naskah buku album perjuangan. Jikalau naskah itu bisa diterbitkan maka kita akan memiliki ‘buku album sejarah’ yang tak kalah pentingnya dengan buku sejarah yang telah kita miliki yakni “Sejarah Perjuangan Rakyat Menegakkan Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan (Periode 1945- 1949)”, dan buku “Sejarah Banjar” (2003) yang tidak memuat satu pun foto sejarah di dalamnya.
Upaya penyelamatan dan pendokumentasian foto-foto bersejarah ke dalam sebuah album sejarah perjuangan, sebenarnya suatu keperluan yang mendesak untuk segera dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor:
Pertama, belum adanya buku yang khusus memuat foto-foto lama/foto lukisan/foto objek peninggalan sejarah dengan narasinya tentang perjuangan rakyat Kalimantan Selatan di masa lampau.
Kedua, minimnya pengetahuan masyarakat termasuk guru dan siswa di berbagai jenjang pendidikan formal tentang Sejarah Daerah/Lokal Kalimantan Selatan.
Ketiga, adanya ironi yakni masyarakat, guru, dan siswa lebih mengetahui tentang peristiwa/tokoh sejarah nasional dibanding peristiwa/tokoh sejarah lokal.
Keempat, minimnya bahan bacaan sejarah daerah/lokal Kalimantan Selatan yang terdapat di perpustakaan-perpustakaan sekolah.
Kelima, adanya kenyataan banyaknya foto-foto sejarah perjuangan terutama dari masa Pergerakan Kebangsaan sampai Perang Kemerdekaan yang telah musnah, dan yang tersisa sekarang pun foto dan negatif filemnya banyak yang rusak karena kurangnya pemeliharaan.
Keenam, foto dan negatif filem nya yang tersisa tersebut hingga sekarang belum pernah diinventarisasi dan kini berada di berbagai lembaga pemerintah dan swasta serta di tangan para pejuang atau keluarganya, dan di tangan perseorangan lainnya.
Ketujuh, para pelaku sejarah perjuangan sudah banyak yang meninggal dunia, sedangkan yang masih hidup tinggal sedikit dan berusia lanjut, misalnya tokoh perintis kemerdekaan di Kalimantan Selatan tinggal dua orang yang masih hidup. Selagi ada pejuang yang masih hidup, maka ada baiknya upaya penyelamatan segera dilakukan sehingga selain dapat mempermudah melakukan pencarian atau pengumpulan, para pejuang tersebut juga dapat memberikan informasi tentang latar belakang peristiwa pada foto yang ditemukan.
Kedelapan, kini kita berada di masa peralihan generasi, yakni generasi pejuang ’45 ke generasi penerus yang tak pernah mengalami zaman penjajahan atau zaman sesudah selesainya perang kemerdekaan. Agar generasi penerus dapat dan tetap memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme serta nilai-nilai perjuangan ’45 lainnya, maka diperlukan upaya-upaya pewarisannya antara lain melalui “Buku Album Sejarah Perjuangan” yang berfungsi sebagai ‘penghubung’ antara generasi sekarang dengan tahun-tahun formatif bangsa Indonesia di sepertiga awal abad ke-20. (copyright©Wajidi).

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. September 10, 2009 4:14 am

    OK ide sdr Wajidi untuk membuat Album Sejarah Perjuangan (bahkan lebih luas lagi tu) aku dukung penuh, agar generasi kita urang Banjar tahu sejarah banuanya.
    Juga itu dipostingnya naskah Mengenal Metode Sejarah mudahan bisa menjadi panduan bagi para penulis sejarah di banua kita, agar tulisan-tulisan atau buku-buku kesejarahan daerah kita tidak dinilai orang luar sebagai leginda. Ok maju terus.

    Tks atas dukungan Bapak. Proses pengerjaannya memang berjalan terus, namun dirasa penyelesaianya masih lama mungkin tahunan. Data sudah lumayan banyak terkumpul, namun masih dirasa kurang….

  2. April 1, 2010 3:43 am

    mengapa perang

  3. Mei 29, 2010 3:02 am

    Harusnya Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan dana demi kepentingan Sejarah Lokal. Pak Wajidi yang sangat peduli Sejarah Lokal Kal-Sel patut kita dukung bersama….jangan sampai kita kehilangan sejarah daerah sendiri.

    Semoga….

  4. Syahranie permalink
    Mei 31, 2010 6:56 am

    Kalau bisa bung Wajidi, bisa memuat sejarah lebih detil tentang sosok M.Amin Effendy salah seorang pejuang di daerah ini, maklum beliau adalah guru melukis kami meski hanya sebentar, dan lukisan2 beliau banyak bercerita tentang peristiwa pertempuran yang terjadi di sekitar tanksi (Polda Sekarang) dan istri beliau (ibu Zainab) adalah guru kami waktu di SD. Terima Kasih.

    Pak Amin seorang pelukis? Baru dengar dari Bapak. Seandainya lukisan beliau masih ada, akan lebih bagus untuk menggambarkan heroisme “Pemberontakan 9 November 1945″ dari salah seorang pelaku sejarahnya (M. Amin Effendy

  5. Syahranie permalink
    Juni 1, 2010 7:29 am

    Silahkan datang ketempat kekediaman keluarganya di Jl.DI Panjaitan Banjarmasin (dekat POLDA Kalsel), sudah lama kami tidak berhubungan dengan salah satu anak beliau yang pernah satu sekolah waktu SD dengan kami guna konfirmasi keberadaan lukisan2 beliau.

  6. azaldin permalink
    Januari 9, 2011 10:36 am

    smoga bangsa Indonesiatersedar akan perjuangan para pejuang dimasa lalu

  7. azaldin permalink
    Januari 9, 2011 10:37 am

    maksudnya tersadar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: