Skip to content

KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH DI MASJID/LANGGAR

September 13, 2009

NASIHAT RASULULLOH SAW KEPADA SAYYIDINA ALI:

“WAHAI ALI, HENDAKLAH ENGKAU SHOLAT BERJAMAAH, KARENA SHOLAT BERJAMAAH DISISI ALLAH BAGAIKAN BERJALAN UNTUK HAJI DAN UMROH. TAK ADA SEORANG PUN YANG BENAR-BENAR BERJAMAAH KECUALI SEORANG MU’MIN YANG TELAH DICINTAI ALLAH DAN TAK SEORANGPUN YANG ENGGAN MELAKUKANNYA KECUALI SEORANG MUNAFIQ YANG DIBENCI ALLAH”

Banyak dari kita yang meremehkan/meminggalkan shalat berjamaah di masjid/langgar, padahal rumahnya dekat dan iapun mendengar panggilan azan. Oleh karenanya, melalui tulisan ini akan coba kami jelaskan mengenai hukum-hukum tentang wajibnya shalat berjama’ah, karena sebenarnya masalah ini adalah masalah yang teramat penting.

I. PERINTAH MENGERJAKAN SHOLAT BERJAMAAH DAN KERUGIAN BAGI YANG MEREMEHKAN/MENINGGALKANNYA

1. DALAM SURAH AL BAQARAH 43 ALLAH SWT BERFIRMAN: “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-
orang yang rukuk”. Ayat mulia ini merupakan nash tentang perintah mengerjakan shalat berjamaah.

2. RASULULLAH SAW BERSABDA:” kebaikan sholat berjamaah melebihi sholat sendirian sebanyak 27 derajat ((HR bukhari dan muslim).

3. IBNU ABBAS R.A BERKATA BAHWA RASULULLAH BERSABDA:”Barangsiapa mendengar adzan dan ia tidak memenuhinya tanpa ada uzur, maka tidak sempurna sholat yang dilakukannya”. Para sahabat bertanya, “Apakah uzurnya?”. Rasulullah menjawab, “Ketakutan atau sakit”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

4. RASULULLAH BERSABDA: “Tidak sempurnalah shalatnya seseorang yang bertentangga dengan masjid, melainkan (sholat) di dalam masjid. (HR Daraquthni dan Hakim).

5. IBNU MAS’UD, ABDULLAH BIN ABBAS DAN ABU MUSA AL ASY’ARI M BERKATA BAHWA RASULULLAH SAW BERSABDA: “Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian dia tidak mendatanginya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya.”

6. DARI SAHABAT MU’ADZ BIN ANAS RA BERKATA, BAHWA RASULULLAH BERSABDA: “Kebatilan terbesar, kekufuran dan kemunafikan adalah orang yang mendengar panggilan muadzin (azan) untuk mendirikan sholat (berjamaah) namun dia tidak tidak memenuhinya. (HR Ahmad dan Thabrani-At Targhib).

7. MENINGGALKAN SHOLAT BERJAMAAH DI MASJID MERUPAKAN PERTANDA LEMAHNYA IMAN SESEORANG, sebagaimana diisyaratkan Allah SWT dalam firmannya: “Hanya sanya yang meramaikan masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”. (QS Taubah: 18).

II. KEUTAMAAN SHOLAT BERJAMA’AH MENURUT BEBERAPA HADITS RASULULLAH SAW ANTARA LAIN:

1. Hati yang tergantung dengan masjid mendapat naungan di hari Kiamat
2. Setiap langkah menuju masjid dituliskan baginya satu kebaikan, diangkat satu derajat, dan dihapuskan satu kejahatan. Dalam riwayat lainnya: Setiap langkah kaki menuju masjid diberikan padanya kebaikan, dihapuskan dosa, dan diangkat derajatnya, masing-masing sebanyak 70 ribu derajat.
3.
4. Jika ia meninggal ketika menuju atau saat sholat berjamaah di masjid maka Allah menyuruh 70 ribu malaikat mengunjungi dan menemaninya dalam kubur dan memohonkan ampun baginya hingga dibangkitkan kelak.
5. “Orang yang mendengar azan di dalam masjid” akan kelak akan dibangkitkan dari kuburnya di hari kiamat dalam keadaan muka bercahaya laksana matahari.
6. Orang yang berwudhu sebelum tibanya waktu sholat, maka akan dibangkitkan dengan muka berseri laksana bulan.
7. Orang yang segera berwudhu dan meninggalkan segala urusan lainnya ketika mendengar azan, akan dibangkitkan dengan muka berseri laksana bintang timur.
8. Menghadiri sholat Isya berjamaah seolah-seolah mendirikan sholat setengah malam.
9. Menghadiri sholat Subuh berjamaah, maka ia seolah-olah mendirikan sholat semalam suntuk.
10. Istiqomah (konsisten) melaksanakan sholat Isya dan Subuh berjamah sama nilainya dengan pahala haji.
11. Nilai 1 rakaat sholat berjamah di bulan ramadhan diberi nilai 1 kota di sorga.
12. Melaksanakan sholat berjamaah di bulan ramadhan diberi nilai 70 x 27 derajat di bulan yang lain.
13. Malaikat berebut mencatat amalnya.
14. Jaminan kehidupan dan kematian yang baik (husnul khotimah).
15. Berada dalam jaminan Allah SWT
16. Amal pahala sholatnya dihitung penuh.
17. Datang ke masjid sama dengan menemui Allah SWT dan Allah bangga/senang pada orang yang ke masjid untuk sholat berjama’ah.
18. Orang yang duduk menunggu datangnya sholat berjama’ah, melainkan terhitung dalam sholat selama tidak berhadats, malaikat berdo’a untuk memohonkan ampun dan rahmat.
19. Menempati shaf pertama dan takbiratul ikhram akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang-orang adzan (muadzin) dimuka bumi.
20. Shaf (barisan) depan lebih utama, seperti barisan Malaikat Sholat.
21. Sholat Nabi Muhammad SAW-pada shaf pertama dan kedua.
22. Allah dan MalaikatNya mensucikan dan menganugerahkan pada orang-orang yang sholat di shaf sebelah kanan.
23. Mengucapkan Aaamiin bersamaan Imam yang perkataannya itu bertepatan dengan perkataan (Aaamiin) nya Malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni (dikabulkan do’anya).
24. Ampunan dosa bagi orang yang menyempurnakan wudhu.
25. Terlindung dari godaan syaithon.
26. Terbebas dari Neraka dan kemunafikan.
27. Disediakan tempat/istana di Surga

Sebarkanlah Pesan Ini,
Sebagaimana Rasulullah Saw Bersabda, “Sampaikanlah Pesanku Walaupun Sepotong Ayat….”

2 Komentar leave one →
  1. Desember 2, 2009 11:27 pm

    semoga kita2 termasuk hamba-NYA yg dilindungi dr kemungkaran….

    amin

  2. Januari 26, 2011 1:30 am

    Semoga Allah SWT kita termasuk orang2 yang cinta dalam menjalankan segala perintah NYA

    amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: