Skip to content

SOEARA-KALIMANTAN-BERDJUANG

Oktober 2, 2009

Judul tulisan di atas diambil dari nama surat kabar yang pernah eksis pada masa penjajahan Belanda di Kalimantan Selatan, yakni surat kabar Soeara Kalimantan dan surat kabar Kalimantan Berdjuang. Pertama, surat kabar Soeara Kalimantan. Ada dua kepemilikan dan masa penerbitan surat kabar ini, yakni Soeara Kalimantan yang terbit antara tahun 1930-1942 yang isi pemberitaannya seringkali melawan Pemerintah Hindia Belanda. Dalam Soeara Kalimantan Saptoe 7 Februari 1942 – 19 Moeharram 1361 tertulis bahwa: Directeur-Hoofredacteur A.A. Hamidhan. Kantoor Redactie dan Administratie Pasar Baroeweg No. 110 – Telefoon – adres “swarakalimantan”. Penerbit: Drukk. en Uitgev. My. Kalimantan Bandjermasin. Surat kabar ini dijual eceran 6 sen. Harga langganan satu bulan f. 1, tiga bulan (kwartaal) f.3, Luar negeri setahun f 15. Surat kabar ini mempunyai agen di Batavia dan Surabaya. kALIMANTAN BERDJUANG
Karena seringkali berlawanan dengan Pemerintah Hindia Belanda, maka menjelang kedatangan tentara Jepang di Banjarmasin, mesin cetak Soeara Kalimantan dihancurleburkan oleh AVC (Algemene Vernielings Corps) Belanda bersamaan dengan praktek pembumihangusan objek vital lainnya di Banjarmasin.
Pada tanggal 5 Oktober 1945 terbit surat kabar dengan nama Soeara Kalimantan dipimpin oleh Ardansyah dan Gusti A. Soegian Noor. Karena pada mulanya bersikap menyuarakan kepentingan NICA, maka surat kabar ini sempat diprotes oleh A.A. Hamidhan yang pernah memimpin dan memakai nama Soeara Kalimantan sebagai surat kabar yang terbit pada tahun 1930-1942 yang isi pemberitaannya seringkali melawan Pemerintah Hindia Belanda.
Kedua, surat kabar Kalimantan Berdjuang yakni surat kabar kaum republiken pada masa perang kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan. Dalam penerbitan lain adakalanya ditulis “Kalimantan Berdjoang”. Pelopornya adalah orang-orang dari surat kabar Sinar Hoeloe Soengai dan Majalah Republik, seperti A. Djabar dan Haspan Hadna.
Tanggal penerbitan pertama Harian Kalimantan Berdjuang adalah 1 Oktober 1946 beralamat di Jalan Musyawarah Kandangan. Setelah kurang lebih berjalan 3 bulan, media massa ini dipindahkan ke Banjarmasin berkantor di simpang empat Kertak Baru (sekarang ditempati Kantor Pengadilan Tinggi Jalan Haryono MT).
Surat kabar ini menyaingi dan mengimbangi berita-berita yang disuarakan pers NICA “Suara Kalimantan“, sehingga sejak pertama kali terbit selalu diawasi dengan ketat oleh mata-mata NICA. Bahkan setelah beberapa hari harian terbit, A.Djabar selaku pimpinan umum dipanggil dan mendapat peringatan keras dari Merah Nadalsyah Kiai Besar Afdeling Hulu Sungai.
Sikap Harian Kalimantan Berdjuang yang mendukung Negara Kesatuan dan menentang federalisme, menimbulkan simpati rakyat di daerah ini. Karena sikap yang tegas inilah harian ini selalu diawasi oleh mata-mata Belanda.
Ketika masih terbit di Kandangan, oplaah atau tiras harian ini sudah mencapai 500 hingga 750 lembar per hari, maka sesudah pindah ke Banjarmasin tirasnya meningkat menjadi 3.500 lembar perhari.
Dalam tahun 1947 pendukung harian ini bertambah kuat dengan masuknya Adonis Samat (yang berhenti sebagai Pimpinan Redaksi Sinar Hoeloe Soengai dengan seizin Merah Danil Bangsawan). Kemudian pada sekitar bulan Mei 1947 Adonis Samat diangkat menjadi pimpinan redaksi Kalimantan Berdjuang. Haspan Hadna yang sebelumnya memegang jabatan pemimpin redaksi kemudian bertindak sebagai pemimpin perusahaan. Sedangkan wartawannya adalah Mustafa, Zainal dan Arthum Artha.
Dalam tahun 1948 pemerintah NICA melakukan penangkapan-penangkapan terhadap tokoh-tokoh pejuang dan tokoh-tokoh pers, termasuk Haspan Hadna dan Adonis Samat. Namun Kalimantan Berdjuang waktu itu masih terbit mengunjungi para pembaca.
Memasuki tahun 1949 Harian Kalimantan Berdjuang diperkuat dengan masuknya tokoh pers perjuangan lainnya, yakni Yusni Antemas dan Zafry Zamzam. Pada penerbitan Kalimantan Berdjuang edisi Djumat, 11 Nopember 1949 tertulis bahwa Ketua Umum: Haspan Hadna, Ketua Redaksi: Zafry Zamzam, Tata Usaha: A. Djabar. Alamat redaksi: Kertak Baru 133 Banjarmasin Telepon No. 131. Zafry Zamzam kemudian diserahi jabatan sebagai Pemimpin Redaksi yang ditinggalkan Adonis Samat, karena yang bersangkutan bergabung dalam barisan perjuangan bersenjata.

8 Komentar leave one →
  1. Oktober 13, 2009 1:17 am

    Sejarah yang perlu dipelajari yang dapat menjadi semangat dalam menatap masa depan, khususnya bagi daerah ini.

  2. Oktober 27, 2009 9:21 pm

    salam kenal….

  3. Desember 2, 2009 11:25 pm

    benar kata bung karno…JASMERAH…jgn sekali2 melupakan sejarah…

  4. Ekariana permalink
    Juli 8, 2010 6:36 pm

    Terima kasih gasan artikel-nya, terutama yang sudah menceritakan sejarah perjuangan almarhum kai Zafry Zamzam.

    Iih…sakalinya sidin tu kai Ekariana kah?

  5. Januari 29, 2011 4:27 am

    asw,,
    pa kalau tentang majalah bulanan pedoman putri yang ada di kandangan apakah p mempunyai informasi dan bukti fisiknya?

    Informasi majalah bulanan Pedoman Putri a.l. dapat dilihat dalam buku karya Artum Artha berjudul: Wartawan-wartawan Kalimantan Raya. Bukti fisiknya, saya tak memiliki

    • Februari 13, 2011 9:09 am

      makasih,, atas infonya.
      untuk buku arthum artha sendiri telah saya baca. namun, sedikit sekali pembahasannya tentang majalah ini.

      Cari di ANRI di Jakarta atau Museum Pers di Solo. Kalau datanya tidak memungkinkan untuk dikumpulkan, cari topik lain….

  6. Bobby permalink
    Maret 12, 2011 5:12 pm

    waaahhh.. AA Hamidhan kakek saya tuh!! saya mau baca korannya tapi dirumah di S.Parman saya cari2 ngga ada lagi,, di Museum Arsip ada kali ya??

    Saya lihat sendiri saat Pak Yazidhan buka lemari di ruang tamu ada sebagian koran itu…

  7. Desember 22, 2011 1:53 am

    Merdeka HAk Asasi Manusia Indonesia, Asean dan Dunia VISI: Pancasila Murni Produktif Resmikan Tanggal: 5 Januari 2012 Hari Kamis Jam 07:00.(Suarakan Berani Cerdas, jujur)
    Kami berlindung dengan nama Allah YMK/Tuhan YME dari tipu daya setan yang terkutuk. Dengan nama Allah YMK/Tuhan YME. Bahagia Dunia, Akhirat, Terhindar siksa Neraka
    PROKLAMASI HAK ASASI MANUSIA
    VISI INDONESIA, SEAN DAN DUNIA: PANCASILA MURNI PRODUKTIF
    1. Atas berkat rahmat Allah YMK/Tuhan YME
    ( Kitab: Zabur, Taurat, Injil, Qur’an/Hadis +Budaya: Weda, Tripitaka+ UUD45+Hukum Pidana, Perdata& Adad)
    2. Manusia yang adil dan beradab
    3. Bersatu Rakyat Indonesia, Asean dan Dunia
    4. Rakyat yang dipimpin secara hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perakilan
    5. Mewujudka suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, Asean dan Dunia.

    PENEMU: 1. rASUL nABI mUHAMAD saw(mUKIZAT aLqURAN /hADIS Tahun: 571 Masehi) 2. Patih Gajah Mada: Pancasila Karma, Abad 14)3. Ir Sukarno/Drs Moh Hatta: Pancasila Tahun 1945) Hj Murniati Buyung, SPd VISI/MISI: Pancasila Murni Produktif

    Jakarta : 11-11-2011 Jum’at: Jam 08:00
    Proklamator: Atas nama Rakyat Indonesia, Asean dan Dunia

    Fakir Miskin dan anak yatim
    (Pejabat/Presiden: Sesungguhnya engkau sekalian akan rakus/terlalu senang atas jabatan sebagai penguasa kerajaan/Pemerintah, dan engkau akan menyesal pada hari kiamat. HR Bukhari, Hussein Bahreisj, Hadis Sahih: CV Karya Utama, h 205)

    Presiden Umaroh Presiden Ulama/ VISI/Misi: Pancasila

    Murni Produktif, 2/3 gaji: untuk anak yatim

    DR H SUsilo Bambang Yudhoyono Insya Allah, Hj Murniati Buyung, SPd

    Wapres: Prof Dr Budiono,M

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: