Skip to content

PASUKAN MN 1001/MTKI

Desember 15, 2009

Pasukan MN 1001/MTKI merupakan kelompok gerilya dengan jumlah pasukan dan kemampuan penguasaan wilayah terbesar kedua setelah ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Selatan 1945-1949. Pasukannya tersebar di berbagai tempat di Kalimantan Selatan yang meliputi wilayah Kalimantan Tengah sekarang, seperti Kotawaringin, Nanga Bulik, dan Tumbang Sanamang, Marabahan, Pelaihari, dan daerah Hulu Sungai dengan pusat perjuangannya berada di daerah Gambut, berhadapan langsung dengan pusat pemerintahan Belanda (Residentie van Zuid-Borneo) di Banjarmasin sehingga pasukannya seperti Pasukan P.5 (Penggempur-Penculik-Pembakaran-Penghalang Aksi musuh-Penyelidik) yang merupakan inti dari MTK banyak terlibat pertempuran dengan KNIL atau Polisi NICA.
Banyaknya jumlah jasad anggota MN1001/MTKI yang dikuburkan di Makam Pahlawan Bumi Kencana atau makam lainnya di daerah Gambut, melebihi jumlah jasad anggota ALRI Divisi IV yang di kuburkan di makam yang sama, menunjukkan besarnya peranan MN1001/MTKI dalam melawan Belanda di daerah Gambut, Banjarmasin, atau sekitarnya.
Nama semula adalah MN 1001 dibentuk di Jogjakarta pada tahun 1945 oleh Gubernur Kalimantan Ir. Pangeran Mohammad Noor sebagai bagian dari TRI. Arti MN 1001 adalah Pasukan Muhammad Noor dengan seribu satu akal atau jalan untuk mencapai kemerdekaan bagi pulau Kalimantan.
Pimpinan Umum (PU) MN 1001 dipegang oleh Tjilik Riwut dengan wakil A. Mukran, dilengkapi dengan bagian keuangan, bagian ketentaraan, penghubung dan pelatih. Setelah menjadi MN 1001/MTKI, berturut-turut PU dipegang oleh Aliansyah Yusuf, Hadariah Heiho, dan Guru Alwi (A. Rustam).
Menurut penjelasan Guru Alwi yang tampil di podium saat peresmian MTKI menjadi TNI (Batalyon MN 1001/MTKI TNI AD Kalimantan) tanggal 12 Oktober 1949 di Los Pasar Gambut, bahwa pada mulanya nama MTKI maupun MTK berasal dari MN 1001. Perubahan nama menjadi MTK kemudian diserobot oleh seseorang pemuda yang menyatakan pemimpin dari Jawa, namanya Soufjan Effendi. MTK yang berada di Hulu Sungai gelisah dengan kejadian itu dan akhirnya menggabungkan diri ke dalam ALRI Divisi IV. Sedangkan MTK yang berada di Banjarmasin, untuk membersihkan nama dirinya maka namanya diganti menjadi MTKI yang artinya “Mandau Telabang Kalimantan Indonesia” atau “Mempertahankan Tanah Kalimantan Indonesia”.
Sampai akhir 1949, MTKI daerah Banjar tetap berdiri sendiri atau tidak bersedia bergabung ke dalam ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Karena tidak berhasilnya penyatuan pasukan yang dilakukan oleh ALRI Divisi IV, maka Pasukan MN 1001/MTKI diresmikan menjadi sebuah Batalyon, dengan nama “Batalyon MN 1001/MTKI TNI AD Kalimantan“ di bawah komandan Mayor M.A. Arsyad. Peresmian itu dilakukan oleh Letkol. Sukanda Bratamenggala pada tanggal 12 Oktober 1949 bertempat di Pasar Gambut.
Batalyon ini hanya berusia sekitar tiga bulan, karena bubar dengan sendirinya. Sedangkan sisanya yang berjumlah sekitar satu kompi dimasukkan ke dalam Kompi II Batalyon I STM III, dan pada tanggal 01 Juli 1950 dimasukkan dalam batalyon 605.

2 Komentar leave one →
  1. Siti Fatimah Ahmad permalink
    Desember 17, 2009 1:40 pm

    Assalaamu’alaikum

    saya sudah cuba membacanya tetapi banyak juga yang kurang difahami. bagus rencananya tentang sejarah. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh penulis blog. Salam mesra.

  2. Siti Fatimah Ahmad permalink
    Desember 17, 2009 1:40 pm

    Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

    Selamat bersua kembali di blog sederhana ini dan selamat tahun baru hijrah 1431 semoga taufik dan hidayah-Nya senantiasa tercurah kepada kita sekalian. amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: