Skip to content

FESTIVAL BUDAYA PASAR TERAPUNG 2010

Oktober 6, 2010

Tanggal 24 September 2010, kota Banjarmasin berulang tahun yang ke-484. Usia yang dibilang tua dibanding kota-kota lainnya di pulau Kalimantan. Kota ini terus berupaya membangun dan mempercantik dirinya. Meski renta, namun tetap “BUNGAS”, demikian kira-kira yang dikehendaki oleh pemerintah dan warga kota Banjarmasin.
Berbagai seni budaya dalam rangka menyambut ulang tahunnya itu digelar dalam kemasan bernama “Festival Budaya Pasar Terapung” bertempat di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin, 25 s.d. 27 September 2010. Meski terkesan kurang promosi, festival tahunan itu cukup mengurangi dahaga atas kerinduan terhadap seni budaya tradisional yang oleh berbagai sebab semakin jarang dipentaskan.
Sebagian seni budaya Banjar memang mengalami perubahan karena adanya berbagai kontak budaya, disamping dampak kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi yang juga berimbas kepada pergeseran nilai-nilai budaya lokal.
Perubahan budaya di kota Banjarmasin, tidak terlepas dari pergeseran berbagai aktivitas kehidupan tradisional masyarakat ke arah budaya kota yang berbasis pada kegiatan industri perdagangan yang mementingkan aspek komersial.
Jika dahulu masyarakat kota Banjarmasin lekat dengan transportasi sungai, sehingga memunculkan budaya pasar terapung di Muara Kuin atau banyaknya warga yang menjajakan dagangannya dengan perahu di berbagai sungai dan kanal (Anjir/Antasan, Handil/ Tatah, dan Saka), kini aktivitas transportasi sungai mulai meredup; tidak seramai dahulu lagi. Orientasi kegiatan ekonomi perdagangan kini berpindah dari sungai ke daerah daratan, seiring dengan semakin membaiknya lintas tranportasi jalan di sekitar pasar terapung tersebut.
Kiranya tepat “Festival Budaya Pasar Terapung” dilaksanakan agar masyarakat kota Banjarmasin kembali mengenal dan mencintai seni budaya tradisional Banjar, khususnya budaya sungai yang telah terpinggirkan, sebagaimana pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”.

4 Komentar leave one →
  1. untung slamat permalink
    Oktober 26, 2010 4:20 am

    Samoga ja budaya kita kada hilang di makan waktu. Ulun sudah 5 tahun labih kada malihat banjar…

    mun dandaman wan banua banjar, bawa bulik ka banua….

  2. uda permalink
    Oktober 26, 2010 11:34 pm

    Informasi nang harat daripada sampian. Kabila leh ulun kawa mara ka Banjar. Marina ulun umpat jua ka Festival 2010 nginto. Bubuhan matan Pertubuhan Banjar Malaysia @ PBM umpat barumbungan. Ujar habar rami jah karna kawa ka banua padatuan. Adakah sampian tahaga awan bubuhan PBM nginto ?

    Email ulun baugah ka udahydra2010@hotmail.com

    Email nang lawas kada kawa diakses lagi.

    Alhamdulillah pian bacangul pulang. Imbah babarapa hari maumpati (pemandu+pembicara) dalam Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) VIII 2010 di Kalsel 25 Nov-sampai 29 November isuk, hanyar harini pang kawa manjanaki blog. Mudahanai kawa pian ka banua. Bahabar ja mun handak ka banua, kaina ulun gani-i balalah/ba-ambah/bakunjangan/bajalanan atawa “berpusing-pusing” di banua….

  3. Mesteer Usup Supriyadi permalink
    November 26, 2010 7:16 am

    kapan waktu ingin pula saya ini naik perahu macam itu…. belanja di atas air… hihhihhi

    semoga kesampaian untuk belanja di pasar terapung…

  4. Syahranie permalink
    Desember 17, 2010 10:39 am

    Perlu terobosan yang inovatif terhadap seni budaya banjar, sehingga anak2 mudah mampu menerimanya tanpa merasa menjadi sebagai orang tua atau bagian dari masa lalu, contohnya pada seni Mamanda dan Wayang Gung. Minimnya sentuhan kreatif pada tata panggung, pencahayaan, proferty yang digunakan sampai pada tema yang dibawakan, hanya menjadikan anak muda seakan menonton film hitam putih. Terakhir adalah soal sasirangan printing yang meresahkan tidak saja budayawan juga para pengrajin sehingga (mungkin) tanpa disadarinya mengeluarkan statement penolakan yang terkadang tidak logis.

    Iya, perlu sentuhan yang inovatif terhadap seni budaya Banjar agar pagelarannya tetap diminati atau disukai generasi sekarang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: