Skip to content

JEJAK PERJUANGAN A.M. SANGAJI DI KALIMANTAN

Juni 30, 2011

Oleh WAJIDI

Di Jakarta Pusat, Yogyakarta, Samarinda, atau mungkin di kota lainnya, terdapat nama Jalan A.M. Sangaji. Penamaan jalan untuk mengenang A.M. Sangaji selaku pejuang perintis kemerdekaan Indonesia kelahiran Maluku. Ia seangkatan dengan pejuang perintis kemerdekaan lainnya seperti H.O.S. Cokroaminoto dan H. Agus Salim. Oleh para pejuang kemerdekaan sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, A.M. Sangaji disebut sebagai pemimpin tua. “Jago Tua”, kata beberapa surat kabar di ibukota Republik. “Hindeburg Kalimantan”, kata s.k. Merdeka Solo. Belanda dan Jepang pun tahu tentang kedudukan beliau sebagai pemimpin tua itu. A.M. Sangaji memiliki mobilitas. Ia tidak hanya di Maluku, tapi juga pernah berkiprah di Borneo, terlebih lagi di Jawa. Di tahun 1920-an, saat berada di Surabaya, ia melakukan korespondensi dengan Mohamad Horman, seorang tokoh pergerakan Sarekat Islam cabang Banjarmasin. Tidak hanya itu, ia juga pernah lama tinggal di Borneo untuk menggelorakan semangat kebangsaan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Samarinda Kalimantan Timur, A.M. Sangaji melalui Balai Pengadjaran dan Pendidikan Rakjat (BPPR) yang didirikannya ia mengelola Neutrale School untuk menampung anak-anak sekolah dari kalangan bumiputera.
Setelah mendengar berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, A.M. Sangaji mengkoordinir suatu perjalanan panjang yang dilakukan oleh 3 grup/gelombang dari Samarinda ke Banjarmasin untuk bertemu dengan pimpinan BPRI sekaligus memberitahukan proklamasi kemerdekaan, mengibarkan bendera, dan memberikan kesadaran kepada rakyat di daerah-daerah yang dilalui.
Rombongan A.M. Sangaji tiba di Marabahan Kalimantan Selatan, akan tetapi beberapa saat kemudian yakni pada bulan April 1946 polisi Belanda berhasil menangkap A.M. Sangaji dan memenjarakannya di penjara Banjarmasin, yakni bangunan penjara yang lokasinya sekarang ditempati Gedung Pos Besar Banjarmasin. Penjara Banjarmasin saat itu penuh sesak dengan tawanan. Sebagian besar adalah hasil penangkapan besar-besaran yang dilakukan Belanda pasca meletusnya pemberontakan 9 November 1945 di Banjarmasin, pemberontakan 5 Desember 1945 di Marabahan, dan pemberontakan “trikesuma” di Barabai tanggal 19 ke 20 Maret 1946.
Banyaknya pejuang yang ditangkap Belanda, mengakibatkan penjara Banjarmasin penuh sesak dengan para tawanan. Mereka yang mengalami mengatakan hanya berdiri, dan sukar bebas bernapas dan bahkan kelaparan karena makanan seringkali diberikan satu kali sehari dengan porsi sepiring dibagi empat, sehingga kulit pisang yang dilempar penjaga pun menjadi santapan dan rebutan. Akan tetapi, banyaknya pejuang dan saat dijebloskannya A.M. Sangaji ke dalam penjara Banjarmasin, telah menjadikan penjara itu seolah-olah daerah kekuasaan Republik.
Pak Sangaji masuk dengan lenggang yang gagah, ayun tangan sebagai seorang prajurit yang menang perang. Seruan merdeka bergemuruh sebagai sambutan dari segenap bilik penjara. Dan dari bangsal D (bangsal yang besar) bergema lagu Indonesia Raya. Polisi tak bisa bertindak apa-apa.
Di dalam Majalah Mandau yang diterbitkan oleh Ikatan Perjuangan Kalimantan (IPK) di Yogyakarta (1948) Pak Sangaji menceritakan, “Keadaan kami ketika itu dalam penjara adalah sebagai dalam daerah merdeka, daerah Republik, di tengah-tengah daerah musuh. Di sana ada pamong prajanya, ada polisinya, ada dokternya, ada kadi-nya dan terutama pemuda-pemuda sebagai prajurit yang menjadi isi tempat tahanan itu”, kata Pak Sangaji.
Selepas keluar penjara Banjarmasin, A.M. Sangaji menyeberang ke pulau Jawa. Ia kemudian memimpin Laskar Hisbullah yang berpusat di Yogyakarta dan pernah menugaskan R. Soedirman untuk membentuk Laskar untuk daerah Martapura dan Pelaihari, serta Tamtomo sebagai penghubung Markas Besar Hisbullah Yogya untuk Kalimantan. Akan tetapi, ia kemudian tewas ditembak militer ketika Agresi Militer Belanda I di Yogyakarta tahun 1947. Sumber: Buku “Nasionalisme Indonesia di Kalimantan Selatan 1901-1942 (2007)”, Buku “Proklamasi Kesetiaan Kepada Republik (2007)”, Buku “Sejarah Banjar (2003)”, Buku “Provinsi Kalimantan” (1950), buku “Republik Indonesia: Kalimantan” (1953), dan Majalah “Mandau” (1948).

36 Komentar leave one →
  1. morita permalink
    Agustus 18, 2011 7:14 pm

    Ada yang terlewat tentang perjuangan AM. Sangaji, yaitu perjalanan panjang dan bersejarah pasca proklamasi kemerdekaan untuk mempertahankan Kemerdekaan RI di Kalimantan dari Samarinda ke Banjarmasin menelusuri hutan/sungai/semak/belukar dengan berjalan kaki dan sesekali menggunakan perahu masuk kampung keluar kampung dan mengibarkan bendera di Muara Tewe, siapakah pejuang kita yang mendampingi beliau hingga akhirnya AM Sangaji ditangkap dan diantara tokoh pejuang kita tersebut setelah melakukan perlawanan bersenjata ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Nusakambangan hingga Case fire

  2. yaman sangadji permalink
    Mei 1, 2012 7:33 pm

    A.M Sangadji itu buyut saya. dan beliau adalah raja pertama di desa saya. namanya Desa Rohomoni, Kec. Pulau Haruku. Kab. Maluku Tengah.

    Terima kasih telah berkunjung. Buyut saudara; A.M. Sangadji adalah pejuang/pahlawan bangsa Indonesia.

  3. Sulaeman Nawawie permalink
    September 7, 2012 7:33 pm

    sdr yaman sangaji
    Perjalanan panjang AM SANGAJI dengan berjalan kaki dari Samarinda. melewati sungai dan hutan belantara ke Banjarmasin pasca proklamasi bertujuan untuk kampanye kemerdekaan RI dengan rombongan keluarga H. Nawawie Arif (bergelar trikesuma)/Pejuang/Perintis Kemerdaan. Ketika itu dibeberapa tempat terjadi perlawanan bersenjata dengan kolonial Belanda karena aksi penurunan bendara Belanda di beberapa distrik /Kota a.l. Muaratewe Marabahan hingga Barabai (Pemberontakan Bersenjata tgl.19 ke 20 Maret 1946) adalah bagian yang tak terpisahkan dari kampanye Indonesia Merdeka. Pengorbanan mereka terpisah dengan keluarga, harta dan nyawa adalah dedikasi kepada negara RI untuk mengusir penjajah yang ingin kembali menguasai wilayah NKRI. Semoga sejarah tetap mencatat perjuangannya dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, berkarya untuk pembangunan bangsa bebas dari koropsi dan new kolonialisme…..merdeka!!!
    Salam saya untuk anda

    Sulaeman Nawawie (Putera H.Nawawie Arif)..

    Tak dikira antara putera H. Nawawie arif (Sulaeman Nawawie) dan Buyut A.M. Sangaji (Yaman Sangaji) bertemu di blog ini, seolah mengulang pertemuan antara Nawawie Arief dan A.M. Sangaji di Samarinda dan berjuang bersama melakukan long march dari Samarinda (Kaltim) ke Banjarmasin (Kalsel) tidak lama sesudah proklamasi kemerdekaan 1945. Mari kita kenang jasa keduanya untuk kemerdekaan Indonesia….

  4. September 12, 2012 2:01 am

    mantab penjelasanya,,,,

  5. Sisi Yoisangadji : Cuma satu Paling bagus eee permalink
    November 6, 2012 11:42 pm

    cuma satu yang Mao Bilang paling bagus eee

  6. Hayono IsmanHabib Mony permalink
    November 19, 2012 12:39 am

    buat bpk sulaeman nawawie saya minta tolong di bantu untuk memberi data seutuhnya mengenai A.M. Sangadji dan H. Nawawi arif dkk..saat beliau berdua bersama para pejuang lainnya, menentang penjajah di daratan kalimantan demi kemerdekaan bangsa ini..karena saya sementara menulis buku tentang kisah perjuangan A.M. Sangadji. salam

    • Sulaeman Nawawie permalink
      Desember 17, 2012 6:32 am

      Pak Hayono. mohon maaf, kalau boleh tahu latar belakang Bapak dan keterkaitannya dengan tokoh di atas

      • Habib permalink
        Desember 23, 2012 5:34 am

        petama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Sulaeman Nawawie telah membalas comment saya..saya adalah buyut dari beliau..dari ibu saya yang bernama Saud Sangadji.. jadi saya merasa terpanggil untuk membuat biografi tentang jejak perjuangan beliau semasa hidup.. sekiranya jika bapak memiliki data tentang perjuangan beliau semasa di kalimantan, saya sangat berterima kasih kepada bapak jika sudi membagi data itu kepada saya demi kelancaran buku yang sedang saya buat..trims

    • yaman sangadji permalink
      September 8, 2014 6:25 am

      Pak Hayono.
      kalau boleh tau kapan ya, bukunya di terbitkan. karena saya juga lagi berusaha agar AM Sangadji di akui oleh pemda Maluku dan harus di buat patungnya di Maluku

  7. maarif permalink
    Januari 7, 2013 11:15 pm

    saya yang tinggal di kantor rumah beliau di jogjakarta sekarang yang di namakan Asrama Putra Kutai Kartanegara..jika ada kesempatan bolehkah kiranya kami mengenang A.M.Sangaji kembali dengan pegelaran acara untuk beliau agar tidak hilang semangat kepahlawanan beliau..

  8. April 7, 2013 12:49 am

    dia adalah paman dari kakek saya armansyah seman di kabupaten kukar tenggarong kaltim berarti dia adalah kakek buyut saya

  9. April 7, 2013 12:50 am

    dia masih sepupu dengan ayahnya kakek saya

  10. dieno permalink
    April 19, 2013 7:07 am

    Ada yang Tau.. Asal sangaji dari mana??
    Tq..

    • September 9, 2013 9:19 am

      SANGAJI atau SANGADJI sesungguhnya, merupakan gelar yg biasanya diberikan oleh pihak Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan & Kesultanan Jailolo (Maluku Utara).

      Dalam hal ini, Abdul Muthalib Sangadji (AM Sangadji) adalah Keturunan dari Salah Satu SANGAJI SULA (Sanana) yang ditempatkan di Pulau Haruku (dibawah Keresidenan Ambon) oleh pihak Kesultanan Ternate.

      Dalam sistem pemerintahan Kesultanan Ternate, SANGAJI adalah pejabat setingkat gubernur yang bertanggung jawab dan menangani masalah-masalah luar negeri termasuk daerah takluk-kan. Dan seringkali menjabat sebagai Menteri urusan Luar Negeri.

      Dalam struktur kepemimpinan tradisional di kesultanan Ternate, terdapat semacam Fraksi Dewan Rakyat, yang disebut dengan GAM RAHA (Empat Negeri), yang wakilnya terdiri dari pejabat perwakilan keempat wilayah yang terdiri dari :

      1. SOA-SIO, (Komunitas masyarakat yang terdiri dari 9 kelompok Soa/distrik yang berada di di wilayah pusat Kesultanan).
      2. SANGADJI, (Komunitas beberapa distrik di negeri seberang/wilayah taklukkan).
      3. HEKU, (Komunitas masyarakat Ternate yang bertugas sebagai Angkatan Laut).
      4. CIM, (Komunitas masyarakat Ternate yang bertugas sebagai Angkatan Darat).

      GAM RAHA ini juga berfungsi untuk mensyahkan calon sultan.

      Semoga bermanfaat. Terima kasih.🙂

  11. Anak Maluku permalink
    Juli 29, 2013 7:25 am

    Sangaji adalah nama atau gelar seorang wakil dari kesultanan Ternate Maluku-Utara yang ditempatkan di setiap daerah di MALUKU…,misal ada Sangaji dari ambon,Ternate,sanana,makian dll,,,dan saat ini sangaji menjadi nama marga atau Fam orang maluku yg mempunyai garis keturunan dari sangaji,,, sedangkan A.M Sangaji adalah seorang pahlawan Nasional yg berasal dari pulau Haruku MALUKU…..itu yg saya tau,,mohon maaf sebelunya kalau salah tolong di benarkan thanks,,,Salam anak Maluku

    • September 9, 2013 9:10 am

      SANGAJI atau SANGADJI sesungguhnya, merupakan gelar yg biasanya diberikan oleh pihak Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan & Kesultanan Jailolo (Maluku Utara).

      Dalam hal ini, Abdul Muthalib Sangadji (AM Sangadji) adalah Keturunan dari Salah Satu SANGAJI SULA (Sanana) yang ditempatkan di Pulau Haruku (dibawah Keresidenan Ambon) oleh pihak Kesultanan Ternate.

      Dalam sistem pemerintahan Kesultanan Ternate, SANGAJI adalah pejabat setingkat gubernur yang bertanggung jawab dan menangani masalah-masalah luar negeri termasuk daerah takluk-kan. Dan seringkali menjabat sebagai Menteri urusan Luar Negeri.

      Dalam struktur kepemimpinan tradisional di kesultanan Ternate, terdapat semacam Fraksi Dewan Rakyat, yang disebut dengan GAM RAHA (Empat Negeri), yang wakilnya terdiri dari pejabat perwakilan keempat wilayah yang terdiri dari :

      1. SOA-SIO, (Komunitas masyarakat yang terdiri dari 9 kelompok Soa/distrik yang berada di di wilayah pusat Kesultanan).
      2. SANGADJI, (Komunitas beberapa distrik di negeri seberang/wilayah taklukkan).
      3. HEKU, (Komunitas masyarakat Ternate yang bertugas sebagai Angkatan Laut).
      4. CIM, (Komunitas masyarakat Ternate yang bertugas sebagai Angkatan Darat).

      GAM RAHA ini juga berfungsi untuk mensyahkan calon sultan.

      Semoga bermanfaat. Terima kasih.🙂

      • Iriansyah permalink
        Oktober 6, 2016 7:16 am

        SalamAlaikum,
        perkenalkan. saya, iriansyah dari Balikpapan-Kaltim..terkait dengan pembahasan tokoh pahlawan kita bapak A.M. Sangadji membuat pertanyaan saya ke mama saya beberapa tahun belakang sedikit terkuak, alasannya sederhana, saya “ingin” mengetahui “setitik” sejarah asal usul keluarga saya sendiri dari (alm.) abah saya dan ibu saya.

        saya sempat menanyakan ke mama saya siapa nama tete dan nene yang di ternate,dan diberitahukan bahwa tete saya buamona dan nene saya sangadji (sanana) <– bahkan sempat diajarkan oleh mama kalau nanti bertemu saudara siapa saja yang berasal dari ternate(sanana) ucapkan "makapel moya,sanohi..?" <– mohon koreksi jika salah,he he he..

        Al-ham dul illah, diskusi dan tulisan ini bermanfaat sekali..sebagai masyarakat Nusantara alangkah bahagianya jika kita bisa "sedikit" meneruskan jasa dan perjuangan beliau (Bapak A.M. Sangadji) beserta pahlawan-pahlawan lain yang telah berkorban bagi negeri nusantara ini.

        –Laitsa kamitslihi saiun–
        –Laahaula wala quwatta illa bi Allah–

        Al fatiha..ila ruuhi khusussan Bapak A.M Sangadji.

        Ma'as salama
        Iriansyah.

  12. yaman sangadji permalink
    Agustus 25, 2013 8:34 pm

    Abdhul Mutalib Sangadji (A.M Sangadji) merupakan pejuang dari Maluku untuk bangsa Indonesia dan juga sahabat dari Soekarno. namun jika kita berpikir bahwa negara ini tidak adil dalam memberikan informasi tentang perjuangan beliau, dan banyak perjuangan beliau yang di sembunyikan. saya pernah dengar cerita bahwa beliau juga ikut mengeluarkan pemikirannya untuk penulisan teks proklamasi NKRI. namun kenapa dalam sejarah proklamasi A.M Sangadji tidak sebutkan namanya????

  13. yaman sangadji permalink
    Agustus 25, 2013 8:36 pm

    boleh ka saya minta no kontak sudara, karena saya mau meneliti tentang perjuangan A.M Sangadji di Kalimantan. tolong kontak saya ya bung 081315106219. trimakasih

  14. 9tuanmuda permalink
    Desember 16, 2013 11:00 pm

    Gelora perjuangan tak pernah padam,
    itulah yang ada dipikiran kita bila mengenang sosok “jago tua” A.M. Sangadji

    Penghormatan sebesar-besarnya terhadap seorang pahlawan adalah mengenang jasa-jasanya dan meneruskan perjuangan di alam Indonesia merdeka

    Kepada siapa saja yang punya sumber cerita tentang perjalanan hidup, riwayat organisasi, dan riwayat perjuangan saya minta untuk share agar kita bisa saling melengkapi dalam menyusun biografi buyut kita bersama

    Untuk Bpk/sdra Sulaiman Nawawi & Maarif kiranya kita bisa merajut komunikasi ke depan, Saya cicit dari A.M. Sangadji, Ibu saya Hanny Sangadji adalah cucu dari A.M. Sangadji

    Hanfry Matrutty
    081353527602

    • Abie Mony permalink
      Maret 2, 2016 10:29 pm

      Salam kenal sdr Hanfry, Ibu saya bernama Sahud Sangadji, cucu dari kakek Abdullah Sangadji, yakni kakak kandung Kakek A.M. Sangadji, sekarang telah terbit buku dengan judul “A.M. SANGADJI MENUJU INDONESIA MERDEKA” penulisnya adalah ayah saya Yg bernama Sam Habib Mony, mohon doanya sekarang sedang diusahakan agar kakek kita A.M. SANGADJI dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.

  15. Dimas permalink
    Januari 24, 2015 8:48 am

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya R.P. Dimas Priyo Hutomo Tjondronegoro
    Ibu saya anak dari Lasiyam, dari anak Istri Opa Sangaji (A.M. Sangaji) yang paling muda.
    Seingat saya kecil dulu sering diajak kerumah Oma At (Oma di jalan keramat) adik dari Opa Sangaji (A.M. Sangaji). Bahkan waktu oma at wafat ibu saya turut serta mengkafani beliau. Dulu Opa Murat sering antar ibu saya sekolah pakai sepeda.
    Ibu saya umur 40 hari diajak ayahnya berkunjung ke penjara di kalimantan saat opa di penjara di kalimantan. Ada sempat keris opa dipegang ibu saya untuk selanjutnya dikembalikan ke ibunya (Lasiyam). Saat itu saya masih kecil. Kemudian ditukar dengan satu liontin mustika melati pemberian dari Key Ali sahabat opa sangaji.

    Sekilas Info:
    Dulu ada kepala kuria di tapanuli selatan (Maga: “Mangaraja Gunung Sorik Marapi”) salah satu anaknya bernama Parlaoengan ke tanah jawa jadi “Jong Sumatera”. Tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto. Oleh HOS jong sumatera itu diperkenalkan kepada A.M. Sangaji yang saat itu sebagai ikon/tokoh perjuangan. Ternyata jong sumatera itu jatuh hati dengan anak gadis (Lasiyam) di rumah A.M. Sangaji. Menikah mereka disaksikan oleh Agus Salim. Lahirlah Ibu saya Rachma Nasution.

    Terakhir uwak saya / Abang kandung ibu saya (Muslimin Nasution) sempat buat Yayasan Sangaji dan turut perjuangkan jadi nama jalan di Jakarta. Jalan A.M. Sangaji.

    Sehubungan dengan adanya R.P. dan Tjondronegoro pada nama saya sepertinya tidak perlu saya sampaikan.

    Mungkin selanjutnya saya dapat bantuan tuk informasi alamat atau contact person saudara – saudara yang dapat saya hubungi tuk perpanjang silaturahmi.

    Atas bantuannya sebelumnya saya sampaikan Terimakasih.

  16. Moes Bachdar permalink
    Agustus 28, 2015 8:32 am

    Tulis juga dong tentang pemberontakan “TRIKESUMA” di Barabai.
    Salam tuk Sdr. Sulaiman Nawawi dr Balikpapan.

  17. riza parisman sangadji permalink
    Oktober 15, 2015 12:41 am

    Saya cucu dari abdul murat sangadji di samarinda.

    • Abie Mony permalink
      Maret 2, 2016 10:20 pm

      Salam Riza Parisman Sangadji,Telah Terbit Buku dengan judul “A.M. SANGADJI MENUJU INDONESIA MERDEKA” yang berminat silahkan hubungi id Line: abie_habib, pin BB: 750490AD

    • alam permalink
      Juni 6, 2016 7:34 am

      Tokoh sehebat A.M. Sangaji tetapi tidak dikenal tanggal lahirnya adalah sebuah kelalaianya. Siapa dapat bantu beri tahu saya ttg tgl kelahir beliau ini?

  18. abie Mony permalink
    Maret 2, 2016 10:15 pm

    Telah Terbit Buku dengan judul “A.M. SANGADJI MENUJU INDONESIA MERDEKA” yang berminat silahkan hubungi id Line: abie_habib, pin BB: 750490AD

    • Abah leman permalink
      Maret 19, 2016 5:25 am

      Telah terbit buku berjudul Sang Pelopor Melintas Batas menuju Kemerdekaan, JEJAK LANGKAH TRIKESUMA DARI PERGERAKAN POLITIK HINGGA NERDEKA. Tidak dijual hubungi Pemerintah Kabupaten HST Barabai

  19. Mohammad Djen Sangadji permalink
    Maret 31, 2016 2:54 pm

    WAHAI SAUDARA-SAUDARA,,TIDAK USAH KITA DEBAT YG BEGITU BESAR TENTANG ASAL MUASAL A.M SANGADJI,,PERTANYAAN SINGKAT DARI SAYA? SIAPA NAMA KEDUA ORANG TUA A.M SANAGDJI DAN BERAPA SAUDARA A.M SANGADJI…??? TRIMS

  20. Ao Nu'man Fachruroji permalink
    Mei 12, 2016 6:23 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya Ao Nu’man Fachruroji, orang Garut-Jawa Barat dilahirkan tanggal 12 Maret 1954. Saya memang bukan keturunan almarhum, almaghfurlah A.M SANGADJI, tetapi salah seorang pengagum, pengikut perjuangan beliau dalam Syarikat Islam (sampai sekarang dan mudah-mudahan KALIMAH THAYYIBAH MENYERTAI KEMATIANKU).Yang saya tahu dari buku sejarah, A.M SANGADJI boleh dikata sebagai sekretaris pribadi H.O.S Tjokroaminoto, terutama penulisan “hasil dialog H.O.S Tjokroaminoto dengan Nabi Muhammad s.a.w dalam mimpi beliau”. Tulisan hasil pengajaran dari Rasulullah s.a.w. itu terkenal dengan TAFSIR PROGRAM ASAS DAN PROGRAM TANDHIM P.S.I.I (sekarang Syarikat Islam) yang sampai sekarang menjadi salah satu buku pinternya kaum Syarikat Islam.
    Al-hamdu lillah, jazakumullah ahsanal jaza kepada penulis tentang A.M.SANGADJI, semoga berbalas limpahan kebaikan dari Allah SWT. dan semoga keturunan al-marhum dapat bersama-sama meneruskan jejak perjuangan beliau.
    Fattaqullaha mastatha’tum.
    Billaahi fii sabiilil haq.
    Ao Nu’man Fachruroji.

  21. alam permalink
    Juni 6, 2016 7:02 am

    Tokoh yang sedemikian penting di antara kaum ansionalsi pergerakan sayap Islam tetapi sayang tidak diketahui tanggal lahirnya, menurut saya sebuah kelalaian genarasi kita. Saya mohon kalau ada yang tahu memberitahukannya. Salam

Trackbacks

  1. Jejak Perjuangan Putra Maluku AM Sangaji di Kalimantan – satu MALUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: